Menjadi Dewasa

Adi Tama
Guru SDN Larangan 2
Pengurus Gelemaca

Membuka, melihat, dan membaca medsos (apapun) sangat merisaukan. Semua menulis dan berbagi tentang satu tema: covid-19. Ada yang menulis hasil karya sendiri, ada yang membagikan informasi baik dari tautan web, foto, aneka video, dan lain sebagainya.
Apapun itu, kita harus berpikir positif bahwa yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian sosial, sikap waspada, juga khawatir terkait virus yang sedang menjadi viral ini. Sayangnya akibat dari terlalu banyak pintu informasi media sosial yang terbuka, banyak warga yang semakin panaroid dengan situasi yang terjadi. Ketakutan ini tidak hanya bersumber dari orang lain yang dapat dicurigai menjadi penyebar virus, tetapi juga dari dalam diri sendiri. Banyak orang menjadi takut jikalau dirinya tidak sehat seperti terkena flu, batuk yang padahal hanya gejala flu ringan biasa bukan dari covid-19.
Takut akut bukan hal yang baik untuk dipancarkan oleh pikiran kita. Hal negatif itu akan membawa pancaran energi negatif lainnya yang lebih banyak lagi. Seharusnya dalam situasi darurat seperti ini, tiap warga harus bisa mengendalikan pikirannya pada hal-hal positif, pada hal baik yang medatangkan berjuta hal baik lainnya.
Kalau dilihat dari statistik angka yang beredar. Kekuatan virus corona berada dalam kemampuan penyebarannya yang cepat. Namun bukan berarti virus ini tidak memiliki kelemahan. Covid-19 ini akan hancur oleh sabun, pembersih lantai, deterjen, dsb. Lalu, tingkat kematian yang disebabkan oleh covid terbilang kecil hanya 2 persen dari total yang terjangkit. Hal lainnya yaitu imun tubuh yang kuat akan melawan dan mengalahkan virus dalam 2 minggu. Artinya adalah mengkonsumsi vitamin C dan E sudah sangat baik untuk menjaga kesehatan, pun meningkatkan anti bodi kita untuk melawan virus.
Salam menyikapi situasi saat ini, kita juga harus bersikap bijak atau mencoba untuk lebih dewasa. Menyaring berita sebelum membagikan. Mencari kebenaran dari sebuah informasi terlebih dahulu sebelum ikut memviralkannya. Karena yang bahaya adalah terjadinya ketakutan yang semakin kalap. Ada orang bersin atau batuk langsung dicurigai. Ada orang yang sakit langsung divonis virus corona. Ada yang meninggal langsung terpahat dalam kepala penyebab kematiannya adalah positif covid-19.
Ayolah, tidak perlu memperburuk suasana dengan hal seperti ini. Cukup menaati anjuran pemerintah dengan diam di rumah, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan, jaga kebersihan dan kesehatan, banyak minum vitamin untuk meningkatkan imun tubuh, dan berdoa pada Sang Maha agar wabah ini segera menghilang dari bumi pertiwi. Pun seandainya kita perlu informasi terbaru. Cukup percayai informasi yang kredibel sumbernya. Tidak dari semua pintu yang berseliweran di jagat maya (aditama)
#diamdirumah
#jagajarakaman
#janganpanik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *