Berteman Dengan Kesabaran

Oleh : Eni Junaeni, S.Pd
SDN Argasunya

Sejak berjangkitnya virus caorona atau chovid 19 di negeri kita tercinta, pemerintah memberlakukan kebijakan untuk diam di rumah atau mengurangi interaksi sosial. Bahkan banyak sekolah yang diliburkan, tujuannya untuk memutus mata rantai virus tersebut.

Ketika si corona itu menyambangi kota Cirebon melalui seseorang yang positif corona, Bapak Walikota Cirebon langsung mengadakan rapat kordinasi bersama kepala sekolah se kota Cirebon.

Hasil rakor tersebut mengharuskan siswa belajar di rumah selama dua minggu. Guru pun memberikan materi dan tugas dari rumah.

Awal belajar dari rumah sangat sulit, terutama di sekolah tempat saya mengajar, SDN Argasunya. Memberikan materi dan tugas via online kepada siswa terkendala oleh ketiadaan handphone. Ada beberapa siswa yang tiadak punya android tersebut. Ada juga yang punya, tapi tidak ada kuota.

Bagi yang memiliki android dan kuota tidak mengalami kesulitan. Dengan mudah mereka mempelajari materi dan mengerjakan tugas yang saya kirim via WA.

Setiap tugas berupa latihan soal yang saya berikan hari itu, tidak langsung setor hari itu. Ada yang besoknya atau dua hari kemudian baru setor. Ngoreksinya juga harus lebih teliti karena gambar yang dikurim kurang jelas atau tulisan yang kecil – kecil.

Hati ini harus lebih sabar menjawab pertanyaan yang sama dan berulang – ulang. Belum lagi menghadapi siswa yang belum setor – setor tugas harian yang diberikan beberapa hari yang lalu. Sehingga menumpuk dengan tugas yang baru.

Kesabaran sangat dituntut dalam menjalani kegiatan belajat di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *