Lembayung Senja

Tags :

Category : Karya Guru

Nina Rahmaningsih, S. Psi
SMPN 12 Kota Cirebon

Lembayung yang bermahkota jingga
Kutatap megahnya langit yang tak bersuara
Dan akupun diam membisu
Hanya menatap langit senja

Seakan aku telah berada di gugusan awan jingga
Seperti itulah aku mengagumi senja
Sama seperti aku mengagumi dirimu
Karena bagiku kau begitu indah

Kau menitip lembayung senja
Yang kau lukis dengan hati dan rasa
Menyimpan kenangan sejuta
Tentang aku dan senja

Lengkung pelangi indah dikala senja
Meniti harap dalam kenangan
Indah pada sosok yang menggoda
Engkau pujaan jiwa yang indah mewarnai cinta


Menjadi Dewasa

Tags :

Category : Berita

Adi Tama
Guru SDN Larangan 2
Pengurus Gelemaca

Membuka, melihat, dan membaca medsos (apapun) sangat merisaukan. Semua menulis dan berbagi tentang satu tema: covid-19. Ada yang menulis hasil karya sendiri, ada yang membagikan informasi baik dari tautan web, foto, aneka video, dan lain sebagainya.
Apapun itu, kita harus berpikir positif bahwa yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian sosial, sikap waspada, juga khawatir terkait virus yang sedang menjadi viral ini. Sayangnya akibat dari terlalu banyak pintu informasi media sosial yang terbuka, banyak warga yang semakin panaroid dengan situasi yang terjadi. Ketakutan ini tidak hanya bersumber dari orang lain yang dapat dicurigai menjadi penyebar virus, tetapi juga dari dalam diri sendiri. Banyak orang menjadi takut jikalau dirinya tidak sehat seperti terkena flu, batuk yang padahal hanya gejala flu ringan biasa bukan dari covid-19.
Takut akut bukan hal yang baik untuk dipancarkan oleh pikiran kita. Hal negatif itu akan membawa pancaran energi negatif lainnya yang lebih banyak lagi. Seharusnya dalam situasi darurat seperti ini, tiap warga harus bisa mengendalikan pikirannya pada hal-hal positif, pada hal baik yang medatangkan berjuta hal baik lainnya.
Kalau dilihat dari statistik angka yang beredar. Kekuatan virus corona berada dalam kemampuan penyebarannya yang cepat. Namun bukan berarti virus ini tidak memiliki kelemahan. Covid-19 ini akan hancur oleh sabun, pembersih lantai, deterjen, dsb. Lalu, tingkat kematian yang disebabkan oleh covid terbilang kecil hanya 2 persen dari total yang terjangkit. Hal lainnya yaitu imun tubuh yang kuat akan melawan dan mengalahkan virus dalam 2 minggu. Artinya adalah mengkonsumsi vitamin C dan E sudah sangat baik untuk menjaga kesehatan, pun meningkatkan anti bodi kita untuk melawan virus.
Salam menyikapi situasi saat ini, kita juga harus bersikap bijak atau mencoba untuk lebih dewasa. Menyaring berita sebelum membagikan. Mencari kebenaran dari sebuah informasi terlebih dahulu sebelum ikut memviralkannya. Karena yang bahaya adalah terjadinya ketakutan yang semakin kalap. Ada orang bersin atau batuk langsung dicurigai. Ada orang yang sakit langsung divonis virus corona. Ada yang meninggal langsung terpahat dalam kepala penyebab kematiannya adalah positif covid-19.
Ayolah, tidak perlu memperburuk suasana dengan hal seperti ini. Cukup menaati anjuran pemerintah dengan diam di rumah, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan, jaga kebersihan dan kesehatan, banyak minum vitamin untuk meningkatkan imun tubuh, dan berdoa pada Sang Maha agar wabah ini segera menghilang dari bumi pertiwi. Pun seandainya kita perlu informasi terbaru. Cukup percayai informasi yang kredibel sumbernya. Tidak dari semua pintu yang berseliweran di jagat maya (aditama)
#diamdirumah
#jagajarakaman
#janganpanik


Berteman Dengan Kesabaran

Tags :

Category : Karya Guru

Oleh : Eni Junaeni, S.Pd
SDN Argasunya

Sejak berjangkitnya virus caorona atau chovid 19 di negeri kita tercinta, pemerintah memberlakukan kebijakan untuk diam di rumah atau mengurangi interaksi sosial. Bahkan banyak sekolah yang diliburkan, tujuannya untuk memutus mata rantai virus tersebut.

Ketika si corona itu menyambangi kota Cirebon melalui seseorang yang positif corona, Bapak Walikota Cirebon langsung mengadakan rapat kordinasi bersama kepala sekolah se kota Cirebon.

Hasil rakor tersebut mengharuskan siswa belajar di rumah selama dua minggu. Guru pun memberikan materi dan tugas dari rumah.

Awal belajar dari rumah sangat sulit, terutama di sekolah tempat saya mengajar, SDN Argasunya. Memberikan materi dan tugas via online kepada siswa terkendala oleh ketiadaan handphone. Ada beberapa siswa yang tiadak punya android tersebut. Ada juga yang punya, tapi tidak ada kuota.

Bagi yang memiliki android dan kuota tidak mengalami kesulitan. Dengan mudah mereka mempelajari materi dan mengerjakan tugas yang saya kirim via WA.

Setiap tugas berupa latihan soal yang saya berikan hari itu, tidak langsung setor hari itu. Ada yang besoknya atau dua hari kemudian baru setor. Ngoreksinya juga harus lebih teliti karena gambar yang dikurim kurang jelas atau tulisan yang kecil – kecil.

Hati ini harus lebih sabar menjawab pertanyaan yang sama dan berulang – ulang. Belum lagi menghadapi siswa yang belum setor – setor tugas harian yang diberikan beberapa hari yang lalu. Sehingga menumpuk dengan tugas yang baru.

Kesabaran sangat dituntut dalam menjalani kegiatan belajat di rumah.


Kegelisahan

Category : Karya Siswa

Kegelisahan

Rasa sedih,gelisah,dan takut
Itu yang kami rasakan
Sejak engkau datang
Kegelisahan mulai muncul

Virus Covid-19
Kami tidak akan gentar
Kami tidak akan diam
Walau kami harus mengisolasi diri

Dunia terasa sepi
Jalanan mulai lenggang
Virus makin merajarela
Keluarlah dari bumi

Oleh

Rayna Khanza AS
Kelas 4 SDN BIMA
Kota Cirebon

Bunga Mawar

Tags :

Category : Karya Guru

rx online

Arsip